Isi ceritanya ngalir dan seru.
Sebenarnya bukan itu aja sih, tapi karena sebagian dari jalan ceritanya kaya 'a piece of my life' juga.
Inti cerita atau premisnya: sebuah persahabatan antara cewe dan cowo itu gak mungkin kalo gak pake hati. sedikit juga pasti ada 'hati' itu terselip disana.
Dan itu pernah terjadi sama gue..
Dulu.. ada seorang teman yang bilang, 'hati-hati, semakin elo kenal dengan sahabat yang notabene adalah cowo maka kemungkinannya cuma ada dua, Elo bisa beneran suka atau elo ilfill sama dia".
Kenyataannya adalah.. 'hati' itu dulu pernah ada, cuma kadarnya yang beda atau mungkin, kami yang terlambat menyadari datangnya 'perasaan' itu.
Tokoh Freya dibuku ini mengingatkan pada diri gue sendiri. Gimana rasanya mengatakan tidak pada perasaan yang diam - diam tumbuh perlahan tapi pasti. Gimana frustasinya freya berusaha mengingkari hati nya sendiri, berusaha menghindar karena terjebak dengan suatu identitas mereka,'Sahabat'.
Gue pernah mengalaminya. Disaat perasaan itu datang seiring waktu, namun sulit terucapkan karena menghormati sebuah 'persahabatan' dan takut kehilangan. Perasaan itu tetap tumbuh dan beralih menjadi rasa sayang yang seharusnya tulus, tapi begitu menyakitkan karena kita harus membiarkannya pergi dengan yang lain. Hanya lewat perhatian dan sikap yang mengungkapkannya.
Bertanya, ada apa diantara kita.. berusaha mencari jawabannya.
Bedanya, Freya memiliki kesempatan untuk akhirnya memilih mengikuti hatinya, mendapatkan sahabatnya sebagai seorang kekasih.
sedangkan Kami.. akhirnya tetap memilih untuk mempertahankan 'sahabat', karena takut kehilangan.. karena kami belum cukup berani menerima sebuah perubahan status itu.
Kedewasaan merubah segalanya. Jawaban itu selalu datang dengan jalannya waktu. Rasa sayang itu terus ada dan tumbuh, namun porsi nya yang beda.
Memilikinya sebagai seorang yang sahabat yang kadang menyenangkan, menyebalkan dan menjadi saingan, membuat hidup menjadi lebih berwarna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar