Me, My Self and I

Foto saya
moodest person, just wanna live and life happily... i am cancerian! (^_^)

Minggu, 27 Februari 2011

If There's a Hope and a chance

Suatu saat bersama mom...
Bercerita panjang tentang kehidupan rumah tangga..
Kami memiliki harapan yang sama, semoga akan datang saat yang terbaik untuk kami, terutama untuk Queenine

Sadar,
bukan hal yang mudah untuk kita, terutama wanita untuk memutuskan memilih dan menikah dengan seseorang.
Yang pacaran dengan waktu lama pun, akhirnya belum tentu menikah dengan orang yang sama --> bisa sad ending juga.
Dilain sisi, ada orang yang baru berpacaran sebulan ato beberapa bulan ternyata bisa memutuskan untuk menikah.

Bagaimana dengan Queenine?
Ini pertanyaan besar dan sulitdijawab yang dihadapi Queenine.
Untuk Queenine yang pernah melihat dan bahkan mengalami hancurnya sebuah rumah tangga, adalah hal yang sangat sulit.
Ada waktu saat merasa bahwa "CINTA" itu tidak bisa menjamin kelanggengan sebuah rumah tangga.
Ada rasa takut ditinggalkan,
Ada pesimis untuk menemukan orang yang tepat.
Ada rasa kekhawatiran yang sangat...
Tapi lebih merasakan kerinduan yang sangat akan kehadiran seseorang.


Dia datang.. menawarkan sebuah masa depan..

Kami belum pernah bertemu..
hanya lewat suara dan ketikan tangan yang bisa menyampaikan rindu.
Queenine mulai berusaha membuka hati. Saat dia menanyakan keyakinan untuk menjalankan sebuah komitmen,
Queenine berkata 'aku mau'.. ' aku mau mencobanya'.
Buat Queenine, tak ada yang tak mungkin di dunia. Kesempatan selalu terbuka.
Dan disinilah kami sekarang.. berkomitmen dan berharap untuk happy ending.

Belajar dari pengalaman seorang teman ..
Dia menikah dengan seseorang padahal mereka baru 3 bulan pacaran. Hasilnya luar biasa!
Pengorbanan besar besaran dilakukan keduanya. Mereka 'dipaksa' untuk saling beradaptasi, saling mengerti dan memahami. dan Queenine tahu pasti, ini bukanlah kehidupan rumah tangga yang diinginkan oleh si wanita itu.

Tahu apa yang Queenine pikirkan?? NGERI!
Bisa dibilang dia seperti membeli kucing dalam karung.
Mungkin dia terburu-buru memutuskan menikah.
Queenine sendiri yakin, bukan atas dasar Cinta yang kuat waktu mereka menikah, atau mungkin itukan cinta? secepat dia datang.. kemudian bisa begitu menyakitkan sewaktu kita masuk kedalamnya?

Yang pasti.. teman Queenine sudah menjalani takdirnya, menikah dengan pria pilihan hati nya, dan berusaha menerima segala kekurangannya.


Queenine memiliki harapan...

Semoga sebelum akhirnya kami memutuskan untuk menikah, kami memiliki waktu yang cukup untuk saling bertemu.

-- Queenine berasal dari keluarga Jawa yang kental akan budaya "ngrumpyuk" atau kumpul-kumpul. Mom bilang, dia ingin sekali bertemu dan bisa akrab dengan keluarga sang 'calon' nanti. Dia tak mau anaknya nanti membuat kesalahan yang sama.

Semoga kami berdua berani untuk membuka 'topeng' masing- masing dan terbuka satu dengan yang lainya.

Semoga kami berdua memiliki tujuan dan pandangan yang sama untuk sebuah pernikahan.

Semoga dia cukup tanggung untuk menjadi seorang 'kepala'.. menjadi seseorang yang hangat di rumah, pekerja keras di kehidupan luar.

Semoga dia bisa selalu berjuang untuk mempertahankan sesuatu yang memang menjadi hak nya.. CINTA nya..

Semoga kami dipersatukan, bukan karena hanya Dia atau aku lah orang yang ADA, tapi karena kami memang pantas untuk hidup bersama. Kami pantas untuk bersama..

-- love the unperfect perfectly --


--Q--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar