Me, My Self and I

Foto saya
moodest person, just wanna live and life happily... i am cancerian! (^_^)
Tampilkan postingan dengan label Short Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Short Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

Parfum....

Macet!
Sebenarnya cuma itu alasannya kenapa aku ada di Mall ini sekarang.
Jalanan macet gila, dan aku mulai pegal duduk lama di dalam bus. Jadi, mumpung bus macet di depan Mall ini, aku turun. Lumayan untuk meluruskan kaki dan 'mendinginkan badan,

Daripada aku melirik-lirik dan masuk ke counter baju, sepatu dan semacamnya yang akhirnya membuat aku 'nyesek', lebih baik aku langsung pergi ke tempat favoritku ini.
Toko Buku. Surga terindah pengusir penat dan rasa bosan.

Toko buku ini sebenarnya toko buku kenangan. Tempat aku ng-date pertama kali dengan cinta pertamaku waktu SMP. Cinta pertama yang manis. Bahkan sampai sekarang pun aku kadang masih teringat dengannya jika sedang berada di toko buku ini. Tempat ini memang tempat favorit kami. Dulu, kami sering membeli buku komik bersama,lalu saling bertukar buku setelah masing-masing selesai membacanya. Cara mengungkapkan perhatian dan sayang yang klasik! Tapi manis...

Kami sepertinya dapat saling bertelepati. Sering kali kami dapat merasakan keberadaan satu sama lain tanpa perlu saling menyapa. Aku hafal bau parfum nya. Aku tahu persis itu dirinya dari cara jalannya. Aku tahu setiap barang-barang bawaan favoritnya. Makanan dan minuman favorit nya. Hampir semuanya aku tahu.

Sayang, kebersamaan kami berakhir. Dia menghilang begitu kami memasuki masa SMA.

Aku sedang serius membaca salah satu buku novel di deretan rak buku saat aku mencium bau yang khas. Aku tak mungkin lupa wangi parfum ini! Aku ingin membalikkan badan, tapi hatiku bilang "jangan!". Nalar ku mulai berjalan, berusaha bermain logika. Itu mungkin bukan Dia. Siapapun bisa saja memakai parfum yang sama. Lagi pula aku tak mau menyesal kemudian. Sudah cukup dia dulu membuat ku patah hati. Kalaupun sekarang bertemu lagi, aku tidak mau mengulang hal yang sama. Jujur, aku masih sayang, tapi aku takut kecewa. Jadi, memang lebih baik kami tidak bertemu lagi.

Perlahan bau parfum itu menghilang. Aku memberanikan diri membalikkan badan. huuufftt..... ternyata memang bukan dia. Bapak-bapak yang barusan berada di belakangku sepertinya yang memakai parfum itu.

Aku kembali membaca buku Novel yang ku pegang. Tapi pikiranku melayang ke dirinya. Bagaimana jika menghilangnya dia waktu itu karena ketidaksengajaan. Bagaimana kalau dia terpaksa pergi tanpa pesan karena tidak mau melukai ku? Bagaimana kalau ternyata dia memiliki alasan kuat untuk menghilang? Bagaimana kalau kami bertemu lalu dia memberikan alasan yang bisa aku maklumi? Apakah aku sanggup memaafkannya?

Tapi... bagaimanapun itu, aku berhak membencinya. Mungkin bagi orang lain, cinta anak SMP hanya cinta monyet. Tapi buatku itu tetap sama, karena melibatkan ketulusan hati. Aku disakiti, Aku merasa dipermainkan! Dan jika kami ditakdirkan untuk bertemu lagi, ini yang akan aku lakukan; meneriakinya pembohong, memukul-mukul dia ala telenovela atau drama sinetron, persetan jika itu membuatku seperti anak kecil, masa bodoh jika dia sudah lupa dengan ku. Yang penting aku bisa terbebas dari rasa sakit dan kesal selama bertahun-tahun ini.

Aku melirik jam tanganku. Sudah jam 9 malam. Jalanan biasanya sudah lebih lengang, tidak sepadat tadi sore. Aku meletakkan novel ke rak yang akhirnya tidak sepenuhnya ku perhatikan dan kubaca. Gara-gara bau parfum itu, bukannya merasa relaks,malah merasa penat dan bete. Sudahlah. Ikhlas.. hanya kata-kata itu yang bisa menghibur hatiku.

Aku melangkah gontai melewati rak rak buku menuju ke luar toko buku. Tiba-tiba aku mencium wangi parfum itu lagi! Aku berjalan cepat berusaha menghindari wangi parfum itu. Berjalan lebih cepat melewati rak-rak buku. Sebenarnya ada rasa penasaran, tapi takut,panik, tapi...ah sudahlah! yang penting aku harus cepat keluar dari toko buku ini.

"Hey.. Ami..!" suara panggilan disertai dengan tepukan tangan dibahu mengagetkanku dan membuatku refleks membalikan badan. Dia disana. Dihadapanku.Nyata. Sedikit berbeda tapi dia benar nyata! Aku merasakan wajahku memerah perlahan. Hatiku mencelos, apa yang sudah aku rencanakan sebelumnya mendadak hilang dari kepala. Yang keluar malah kalimat "Dion..kamu disini ??!" Sebuah kalimat yang sama sekali diluar kendali otak ku, dan justru terdengar seperti, seseorang yang merindukan kekasih lama nya kembali. Oh NO!

--Q--





Kamis, 04 Februari 2010

.... he 's from Mars..

"See you soon".. tulis Wina sebelum menutup percakapan chattingnya dengan Andrew. Andrew, sosok 'maya' yang telah mengisi malam nya sebelum tidur selama hampir setengah tahun, yang berada jauh di benua Eropa. Mereka tak sengaja bertemu via Chat di yahoo dan terus berlanjut hingga kini. Dengan semangat Wina mencatat nomor telpon Andrew pada Hpnya.

Malam ini setelah mereka chating, Andrew akan pergi ke Indonesia
. Andrew memang berencana untuk vacation, itu salah satu hobinya. Dan andrew pernah berkata dia sangat suka Indonesia, terutama Yogyakarta dan Bali. ini telah kesekian kalinya Andrew datang ke Indonesia, tapi justru yang terlihat bersemangat justru Wina. Bukan cuma bersemangat, tapi ia rasanya malah tak bisa tidur malam ini. Hatinya gundah, deg-degan, takut, penasaran, senang yang berlebihan dan semuanya mencampur jadi satu. besok mereka memang berencana bertemu dibandara. mereka memiliki beberapa jam pada waktu transit sebelum Andrew melanjutkan perjalanannya ke Bali.

Di kamar, Wina kembali mengingat pertama kali mereka 'bertemu'. Awal yang biasa-biasa saja, sampai akhirnya mereka berlajut di Facebook. Andrew yang selalu menggunakan kata-kata manis dan merayu, bahkan terkesan sedang jatuh cinta. Tapi ternyata salah, Wina akhirnya menyadari bahwa Andrew memang selalu bersikap manis pada setiap wanita di facebook dan hal itulah yang sempat membuat mereka bertengkar - salah paham-. Tapi anehnya, semua selalu menjadi cair kembali, sampai akhirnya Wina dan Andrew saling mengerti tanpa harus memaksakan untuk merubah suatu keadaan. Wina sadar, ini merupakan hal yang mengkhawatirkan, disaat ia jatuh cinta pada sosok 'maya' yang menghanyutkan. Sosok yang belum tentu dapat diharapkan untuk jadi kenyataan. Tapi itulah mereka. saling merajut mimpi-mimpinya masing-masing sampai akhirnya kesempatan itu datang, besok lah saat nya.

Sambil tiduran di kasurnya, Wina sudah memiliki daftar rencana dalam pikirannya. Andrew pasti sedang siap-siap ke bandara. besok pagi jam 8 dia akan tiba di jakarta. Wina kembali terbangun mempersiapkan baju untuk pertemuannya besok. Sebuah baju yang dia beli kemarin - long dress casual yang manis dan berwarna soft-. Wina juga memikirkan kata-kata apa yang akan dia keluarkan saat bertemu nanti. How are you?? hhh...basi... how's your flight? haduuhh... yang paling parah, kalo tiba-tiba ia speechless, wuaa.. bisa jadi pakai body language nih.. hiyaa.. terpaksa ia mencari kamus elektroniknya, untung masih ketemu dan masih nyala. sip! masukkan ke tas dan beres! trus.. gimana kalo ternyata dia juga punya janji dengan cewek-cewek 'maya' nya yang di jakarta juga..aarrgghh...! kalo itu sampai terjadi, sayonara Andrew..lebih baik patah hati sekarang dari pada terlalu dalam nantinya.

Sebenarnya pertemuan ini juga merupakan penegasan hati untuk dia, apakah Wina memiliki chemistry yang sama saat bertemu secara nyata nanti?? hhuuufftt..... kenapa rasanya jadi rumit dan berat begini ya??

Semua percakapan penting antara dia dan Andrew kembali terbayang-bayang di benaknya.. percakapan dua orang yang tersesat di 'luar angkasa'.
" Wina.. i like you.. more than any girls at my FB" tulis Andrew.
Wina terkikik, inilah Andrew..sang perayu " hah! great! now u got sweet talk again Andrew.. can't believe it :-P" tulis Wina.
"hahaha... i don't know how to make you trust me coz am not lying right now.." tulis Andrew.
" just dont be sweet to other girls too.. " tulis Wina.
" you know i can't.. it's my blood.. being sweet is a must for me. :-D" tulis Andrew.
" see...??! haha... so come here.. i will trust you then" tulis Wina.
" promise., someday i'll be there.."tulis Andrew.

di saat yg lain...

" why do you like me? u know...we have different ways to view something " tulis Wina.
" that's why i like you, because you are weird person, and me too..." tulis Andrew. "Wina, what would you do if we met?" lanjut Andrew
Wina berpikir sebentar "hmmm... first i will slap your face.."
"What??!! how could you do that??!!" tulis Andrew
"to wake you up Andrew.. to make you feel. coz you made this girl crushed on you and you never realized.. seems that, one is never enough for you.." tulis Wina sambil menghela nafas panjang.
"oh..okay.. if it's make you better... poor Andrew.. :-(" tulis Andrew
"ahahahahahhaha....... i would love to slap your face Andrew..really.." tulis Wina
"no problemo Wina, as long as make you happy.. :-P" tulis Andrew..


sekarang sebagian dari percakapan itu hampir menjadi kenyataan. semoga hal baik terjadi..semoga....

-----------------

Pagi itu Wina sudah berada di bandara. Pikiran makin tidak tenang, nervouse sangat...
pulang..nggak..pulang..nggak...pulang..nggakk... pulang nggak ya... Wina panik! setengah menyesal berada di bandara. Gimana kalau ternyata Andrew nggak seperti yang dia lihat di Facebook nya? Gimana kalau ternyata dia berbohong terntang wujudnya. okey..di foto facebook ter-updatenya dia terlihat sedikit berjenggot, berambut sedikit panjang, tinggi, putih (pastinya) dan bermata hijau. Tapi gimana kalau semua itu berbeda dengan kenyataannya??! "ting" bunyi sms handphone nya. Dari Andrew, Oh no! dia landing...uuugghhh..muleeesss....!! Wina menarik nafasnya panjang-panjang. mendadak semua orang asing yang ada dibandara menjadi mirip dengan bayang-bayang sosok Andrew. Tenang Wina..tenang.. kalau ternyata Andrew tidak sesuai dengan sosok yang kamu inginkan.. kamu bisa meninggalkannya sekarang, pikirnya.
Wina meng-sms Andrew untuk bertemu disalah satu cafe dekat dengan pintu keluar. Wina berusaha setenang mungkin.

5 menit menunggu... kok belum muncul juga ya?? oh iya, dia kan harus mengurus imigrasinya.
15 menit... mau baca majalah udah gak tenang, mendadak tulisan-tulisan ini menjadi kabur. hhh... dia pasti lagi ambil bagasinya.
10 menit kemudian... ya ampun hampir setengah jam kok gak muncul-muncul juga sih??!! Wina mulai kesal. telpon..enggak..telpon..enggak..aaarrhh.. mending tinggal aja lah..siapa tahu dia juga bohong datang ke Indonesia! muka Wina mulai di tekuk, kecewa..kesal..! majalah ditangannya di lempar begitu saja di atas meja, Wina cepat-cepat membayar minumnya. Kesaaalll..rasanya sepeti ditipu mentah-mentah sma orang asing.. bodohnya..merasa benar-benar di bodohi!! selesai sudah!

Wina keluar dari cafe cepat-cepat.. baru beberapa langkah ketika tiba-tiba rasanya ia merasa sesuatu. ada sosok yang memperhatikannya, Wina hanya memperhatikan sekilas karena tadi ia jalan terlalu cepat. tapi kemudian Wina mendadak berhenti berjalan. Nalurinya berkata ia harus berbalik. dan benar saja.. sosok itu memperhatikannya dari salah satu sudut cafe.. bersebrangan dengan tempat duduknya tadi. Sosok itu terlihat berbeda, dia terlihat nyata..tapi berbeda dengan yang ia ingat pada foto terakhirnya. Wina terdiam, termanggu... melihat sosok Andrew yang berada 10 meter dari hadapannya. Andrew berjalan keluar dari cafe menuju ke arahnya. Tapi Wina berjalan mundur..ragu.. semakin Andrew berjalan mendekat..Wina semakin berjalan mundur dan menjauh. Beberapa langkah mundur, dan seketika itu Wina berbalik dan berjalan cepat.. meninggalkan Andrew di belakang. Tiba-tiba sebuah tangan merengkuhnya dari belakang, memeluknya dengan erat. Wina terhenti dan bingung... tak berani membalikan badan. orang-orang mulai memperhatikan mereka.
"it me... why you running away from me Wina??" Andrew berkata pelan sambil terus mendekap dirinya dari belakang. " is it really you..??" Wina berkata lemah dan terpatah-patah. mendadak ia lemas..menangis entah untuk perasaan yang mana. ada haru, kesal, tak percaya... Andrew memaksa Wina untuk berbalik menghadapnya. Andrew yang nyata sosok yang jangkung, lebih tampan dan memiliki mata hijau yang menawan. "i shaved my face" ucap Andrew seakan-akan membaca pikiran Wina.Wina sekarang benar-benar speechless, berusaha meletakkan otak nya seperti sedia kala menarik nafas dan mengeluarkan kata pertamanya sambil gugup " how are you??" "am fine Wina..totaly Fine!" Andrew tertawa lalu kembali mendekap tubuh Wina, lebih erat dari sebelumnya. Untuk semua harapan yang ada.. Wina bersukur ada yang menjadi kenyatan pada akhirnya..


----------------------Q---------------








Kamis, 14 Januari 2010

Lily untuk Bintang...

Bintang berjalan mengendap-ngendap dibelakang Sarkov, secara sembunyi-sembunyi berusaha mengikuti kemana Sarkov pergi.
Sarkov berjalan cepat memasuki toko bunga, membeli 2 tangkai bunga Lily berwarna putih - aarrgghh itu kan bunga kesukaan gue!!- gerutu Bintang dalam hati. Sarkov kemudian keluar dari toko dan pergi mengendarai motornya. Bintang kembali mengikuti Sarkov, menjaga jarak aman di belakangnya. Selama mengikuti Sarkov, Bintang jadi teringat pertengkaran mereka beberapa hari yang lalu.

-----
Sarkov janji menjemput Bintang sepulang ia dari toko buku. bukan Bintang yang minta di jemput, tapi Sarkov sendiri yang memaksa. Buat bintang, janji adalah hutang yang harus ditepati, sekecil apapun janji itu, janji adalah janji yang harus ditepati dan jangan menyepelekan sebuah janji. bahkan kata-kata 'terbaik' ini keluar sendiri dari mulut Sarkov.

Oke, just info.. Sarkov dan Bintang bukan kekasih.. mereka hanya teman baik, sahabat mungkin.. yang sudah saling mengenal selama 5 tahun lebih. seperti teman pada umumnya, mereka sering bertengkar..bahkan meributkan hal gak penting sekali pun, berbagi cerita hidup - yang akhirnya Bintang berpendapat, Sarkov memiliki kehidupan super ajaib dan luar biasa- Sarkov datang dan pergi ke dalam kehidupan Bintang..dan Bintang terbiasa dengan cara pertemanan mereka. Kadang Bintang merasa Sarkov adalah pecahan dirinya yang bebas, yang lain dengan dirinya yang terbatas pada pola pikir Bintang yang cenderung 'naif'.

Malam itu seperti biasa Bintang menunggu di tempat parkir toko buku. Kalau Sarkov bilang dia akan jemput jam 8 malam, maka itu berarti jam setengah 9 malam. Jam setengah 9 malam Bintang menunggu di loby bawah, sampai akhirnya jam 9 pas, Sarkov belum juga datang.. Bintang mulai melakukan 'hal' yg tidak disukai Sarkov, menelpon Sarkov berulang-ulang. Tapi percuma..Sarkov malah tidak mengangkat telponnya. Bintang mulai bimbang, mau pergi atau tetap tinggal menunggu Sarkov yg artinya entah sampai jam berapa menunggunya. Sekali lagi Bintang menelpon Sarkov, kali ini Sarkov mengangkat telponnya tapi tunggu...suaranya berbeda, suara wanita! "haloo" wanita ujung sana menyapa. "halo..Sarkov??" Bintang menyapa ragu. "oohh..Sarkov? nih lagi disebelah gue.." kata wanita itu santai. EErrrggHH...apa sih maksud dia??!! Jangan-jangan dia lupa mo jemput gue??! aarrrgghh menyebalkan! Bintang menggerutu kesal dalam hati. "bisa tolong kasih telponnya ke Sarkovvv...???" Bintang sengaja menekankan pada kata Sarkov. "wah Sarkovnya lagi nyetir, tadi dia yang minta gue angkat telpon lo, ada perlu apa ya??". What??!! bener-bener ya Sarkov ini ngerjain gue...! kesel! bete! Bintang terus menggerutu dalam hati sembari menyegat bis kota. apa sih maunya...! dah ditungguin sejam lebih, eh dia malah berduaan sama cewek lain...!
-----------------
Dan sekarang, inilah yg dilakukan Bintang.. mengikuti Sarkov diam-diam karena penasaran dan cemburu! wait..cemburu?? iya... terlalu rumit untuk dijelaskan, mungkin benar hubungan pria dan wanita adalah mustahil jika salah satu nya tidak melibatkan hati. Dan inilah yg terjadi pada Bintang, pelan tapi pasti Cinta tumbuh tanpa ia sadari.. Bintang terlalu nyaman pada perasaannya. dia terbiasa dengan kehadiran Sarkov tanpa menyadari rasa sayang telah tumbuh di hatinya lebih dari sayang kepada sahabat.

Sarkov masuk ke sebuah toko, seperti toko aksesoris. lalu keluar dengan membawa tas kecil. Jadi ini toh... jadi dia mau ketemu cewek itu??! hhh...bagus.. makin jelas sekarang arahnya. Hati Bintang semakin panas. Sarkov kembali mengendarai motornya. dengan cepat Bintang mengikuti Sarkov dibelakang. kali ini Sarkov menuju sebuah taman.
Taman itu tidak asing juga bagi Bintang. Taman itu berada di tengah antara taman indah lainnya di komplek perumahan itu .begitu tenang dan damai..

Sarkov berjalan masuk ke dalam taman itu, duduk di kursi taman tempat mereka biasanya menghabiskan waktu mengobrol. Entah kenapa bintang jadi ingin keluar dari tempat persembunyiannya. Bintang merasakan hal lain... Bintang memberanikan diri berjalan mendekat ke arah tempat duduk itu. Sarkov tampak murung. Bintang duduk disampingnya. sementara Sarkov hanya terus menunduk sambil memegang bunga lily putih dan kotak kecil ditangannya. Bintang memberanikan diri untuk bertanya. "Sarkov.. jadi ini.. elo nunggu cewek itukan disini? di tempat biasa kita duduk bareng.." Bintang menghela nafas..berat.. hatinya sakit.. pria yang disukainya malah memilih wanita lain, bahkan berniat memberikan bunga yang ia sukai ditempat special mereka pula. Bintang sadar.. semua ini pasti akan ada jawabannya.. mereka tidak besatu sebagai kekasih tapi sebagai teman sejati. Air mata Bintang mulai jatuh "elo gak perlu menjawab, gue ikhlas.. gue yg salah selama ini berharap terlalu dalam ke elo.."

"Bintang.." tiba-tiba Sarkov memotong ucapan bintang. Sarkov menegakkan kepalanya, menatap Bintang dalam.. "ini buat elo, Bintang..maaf.. gue yang salah.. gue gak bermaksud membuat elo menunggu.. gue sayang dan cinta elo.. 5 tahun lebih dan gue terus memperhatikan elo tanpa bermaksud membuat elo terkekang..gue terus berusha menjaga elo dengan cara gue yang mungkin membuat elo tersiksa, tapi sekarang ternyata semua terlambat.." Suara Sarkov perlahan mengecil, Sarkov menangis! pria yang ada didepannya menangis. Bintang tahu, Sarkov memiliki gengsi dan harga diri yang tinggi. Dia pantang menyerah di hadapan lawannya, dan selama ini, Bintang merasa ia adalah 'lawan' bagi Sarkov, lawan untuk mengalahkan semua egonya. Dan sekarang.. ia melihat sendiri Sarkov mengakui 'kekalahannya'.

Bintang memeluk sarkov.. lama.. dia merasa lega. ternyata ia tak pernah salah.. Sarkov mencintainya. Kini hati dan perasaan Bintang menjadi jauh lebih ringan seringan tubuhnya sekarang. Bintang menghilang..

Sarkov terduduk di sebuah kursi taman, tubuhnya terlihat lemas dan matanya masih merah. dihadapannya seonggok tanah merah bernisankan nama Bintang. Dia meletakkan bunga Lily kesukaan Bintang, membuka kotak kecil yang ternyata beisikan kalung dengan bandul bintang, mengalungkannya pada nisan itu. Sarkov merasa.. bintang tadi disini mendengarkan pengakuannya..memeluknya..



------------------
Dua hari sebelumnya...

Sarkov tahu dia akan telat menjemput Bintang, dia sedang bersama Rima, partner kerjanya. Rencananya setelah menyelesaikan pekerjaan, dia akan segera menjemput Bintang bersama dengan Rima. Tapi apa yang ditemui justru membuat dunianya runtuh.

Terjadi kemacetan luar biasa mendekati jalan masuk parkiran toko buku. Tampaknya ada kecelakaan mobil. Sarkov segera turun untuk melihat keadaan, dia meminta Rima memanggil bantuan. Begitu melihat sang korban dia terkejut! Bintang terbaring disana, diam tak bergerak. Sarkov dengan ekspresi Shock dan spontan langsung menghampiri tubuh Bintang, memeluknya.. di tangan Bintang masih tergenggam erat HP nya, -last call nomor Sarkov-. "kami sudah mengamankan sopir busnya pak, tadi dia berniat lari, tapi sudah kami jaga supaya nggak bisa kabur! " ucap seseorang yang tampaknya saksi mata.

Percuma.. Bintang hanya bisa terdiam tatkala Sarkov memeluknya dengan erat...

*Q











Sabtu, 09 Januari 2010

Ketika 'People Power' Berbicara

people power - kekuatan rakyat, suatu istilah yang akhir-akhir ini bisa jadi sering didengar. mungkin juga karena beberapa kasus yang melibatkan 'people power' itu sendiri. Misalnya pada kasus Prita dan Luna Maya dimana mereka berdua mendapat dukungan dari masyarakat yang bersimpati pada kasus mereka.

People Power menunjukkan betapa pedulinya masyarakat dan salah satu bentuk dukungan terhadap kejadian yang berada di sekeliling mereka. Apalagi dengan adanya situs jejaring sosial semacam facebook, twitter atau blog yang memudahkan masyarakat untuk memantau segala kejadian yang sedang terjadi.

People Power juga dapat di gunakan dalam banyak hal. Misalnya saja, Jika beberapa tahun lalu ada pihak yang memiliki misi tertentu, maka untuk mendapatkan dukungan, mereka menggunakan cara berdemo atau 'manual' turun ke jalanan - face to face- kepada masyarakat. Namun kali ini cukup dengan memiliki suatu situs jejaring sosial, membuat cause, atau menulis blog tentang gerakaannya itu lalu meng-add' email-email teman mereka, dan jadilah sudah. tinggal menunggu beberapa saat atau bahkan hanya dalam hitungan menit untuk melihat respon dari para pendukungnya. Contoh nyata, terjadilah bentuk gerakan 'KOIN untuk Prita' sebagai bentuk people power - dukungan terhadap Prita.

Pada kasus Prita, Prita mendapat dukungan dari banyak masyarakat yang bersimpati pada kasusnya. Nama RS Omni Internasional pun menjadi buruk di mata publik. Seandainya saja RS Omni lebih bijak dan berpikir jauh dalam menyelesaikan masalahnya, maka masih dapat menyelamatkan 'nama' mereka di depan publik. Mungkin juga mereka kurang memperhitungkan bahwa people power bisa sangat membahayakan citra mereka. Dapat saya bayangkan, bagian Humas RS Omni ini pasti mengalami masa-masa sulit untuk mengembalikan citra perusahaan. Betapa pentingnya keberanian, kecerdasan seorang Humas perusahaan untuk memperbaiki citra perusahaannya. Bukan tak mungkin juga jika melalui Humas nya nanti citra RS. Omni akan perlahan membaik dan mendapat simpati dari masyarakat, bahkan mungkin mendapat bentuk dukungan baru yang dapat memperbaiki citranya sendiri.

Namun menurut saya pribadi, People power itu juga memiliki efek yang tidak terlalu baik. kalau dipikirkan lagi, coba bayangkan betapa mudahnya masyarakat di 'giring' untuk mendukung atau memihak suatu hal dan mempengaruhi hal sensitif lainnya (misal hukum). beruntunglah jika hal itu merupakan hal yang positif, namun jika tidak? bisa kita bayangkan sendiri.

-------------
Jakarta (ANTARA News) – Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin A Tumpa, menyebut ada indikasi kecenderungan dari masyarakat untuk menggunakan people power dalam menyelesaikan masalah hukum.

Harifin menyatakan, kecenderungan adanya people power itu dapat terlihat dari bentuk unjuk rasa yang dilakukan untuk menekan penegak hukum.

Ia mencontohkan kasus pencurian tiga buah kakao dan semangka dan para hakim yang menangani perkara tersebut dicela dan ditekan oleh masyarakat.

“Sehingga jadi pertanyaan, apakah orang tersebut membiarkan kejahatan di tengah masyarakat,” katanya.

Menurut dia, kondisi penegakkan hukum di tanah air belakangan ini mengalami ujian cukup berat sehingga mengancam supremasi hukum.

“Akan terancamnya supremasi hukum, ada kecenderungan di tengah-tengah masyarakat, untuk menyelesaikan hukum di luar hukum,” katanya.

Ia mengingatkan berdasarkan kondisi masyarakat saat ini, hakim harus kokoh dan kuat menghadapi tekanan yang ada.

“Kita tidak boleh goyang atas prinsip-prinsip hukum. Saya berharap terhadap seluruh jajaran peradilan dan hakim agar benar-benar menegakkan hukum yang sejati dengan tidak ada tekanan,” katanya.
(*)

Source: AntaraNews.com – Peristiwa

-----------------
Dari cuplikan newsletter di atas dapat dilihat bahwa ada beberapa pihak yang merasakan kekhawatiran yang sama, bagaimana People Power menjadi berbahaya jika tidak tempatkan sebagaimana mestinya.

Karena pada dasarnya, masyarakat cenderung melihat dengan hati nurani dan jarang melihat fakta-fakta yang ada. Masyarakat akan cenderung memihak pada 'si lemah' dan belum tentu melihat lebih jauh apa yang telah diperbuat oleh 'si lemah' sehingga ia terlibat pada masalah.

*Q

Selasa, 05 Januari 2010

Topeng Kaca-Part 2

----
Yuki keluar dari mobil, sementara Moi duduk tegang di kursi depan mobil. Dia tetap memantau dari kaca spion tengah dan samping mobil. Terlihat Yuki sedang berbicara dengan 2 orang yang tampaknya pengendara mobil-mobil itu. tak lama kemudian datang lagi 2 orang pengendara sepeda motor dan 1 orang pengendara mobil lain. Moi makin bertambah panik -gimana nggak panik kalo Yuki membawa senjata yang katanya untuk 'jaga-jaga'-. Tapi Yuki malah terlihat tenang. Moi tak dapat mendengar pembicaraan mereka. tapi Moi bisa melihat, terjadi pembicaraan serius antara Yuki dan ke 5 orang dihadapannya. setelah beberapa saat, yuki akhirnya menghampiri mobil, membuka pintu -masih dengan diam-, menyalakan mobil dan..mereka mulai jalan. Moi memperhatikan hal itu dengan diam dan berusaha tetap tenang. "kita mau kemana?" tanya Moi. "kita pulang", jawab Yuki singkat. Moi bernafas lega, gemetar di seluruh tubuhnya mereda. "tadi kenapa Ki?", tanya Moi penasaran. "nggak apa..cuma negosiasi aja", jawab Yuki. "oohhh...". Moi mengerti, jika nada bicara Yuki sudah mulai singkat, padat seperti ini pasti ada sesuatu hal yang tidak beres dan ia tidka ingin "diinterogasi" lagi. Perjalanan pulang berlangsung hening. Tapi Moi tidak bisa tidur. Dia melihat sekarang di belakang mereka hanya ada 2 mobil kijang. sementara 2 mobil yang dari awal mengikuti mereka mendadak menghilang bersama 2 pengendara motor tadi.

Moi sampai dirumah pukul 3 pagi. untung dia membawa kunci serep sehingga tidak perlu membangunkan ibunya. Padahal tadi ia sudah ijin menginap. Besok ibu pasti heran melihat dia tiba-tiba muncul dari dalam kamarnya.


-----bersambung--

Minggu, 03 Januari 2010

Topeng Kaca

sebuah mobil CRV melaju kencang di jalan tol. terlihat dibelakang mobil itu terdapat 2 mobil lain yang melaju sama kencangnya, bahkan terlihat sedang mengejar mobil CRV yang melesat jauh di depannya.

Moi mulai merasa panik, tidak biasanya Yuki menyetir mobilnya gila-gilaan seperti sekarang. suasana hening bertambah tegang. sesekali Moi melihat Yuki yang tampak serius meyetir disampingnya. ingin bertanya pun rasanya percuma, karena dari tadi Moi sudah bertanya tapi malah di suruh diam! Moi kesal, kalut, bingung... Moi belum mau mati muda! untung saja jalan tol ini sepi.

sekarang kecepatan mobil bertambah, 140km/jam! Moi mulai sakit perut. sesekali Yuki melirik ke kaca spion tengah. Moi pun mulai curiga. ia berusaha menengok ke belakang, penasaran! alih - alih tau apa yang terjadi, Yuki malah menahan bahu Moi dengan tangan kirinya, menuruhnya untuk tetap diam-tak bergerak..pegal!!

rasanya baru 10 menit tadi Moi dan Yuki meninggalkan ramainya jalan raya kota, dan kini ia berada di jalan tol yang entah menuju kemana. gerimis juga mulai turun, Yuki hanya mengurangi kecepatanya sedikit. pandangannya tetap fokus kedepan-konsentrasi. tiba-tiba Yuki menghubungi seseorang, tak lama kemudian terlihat pintu keluar tol, tanpa sempat membaca papan petunjuknya Yuki langsung membelokkan mobil nya keluar dari 'arena balap'.

kini mereka ada di suatu tempat, yuki mulai memelankan laju mobilnya. Moi mulai bisa bernafas lega. mobil memasuki jalan kecil, seperti jalan desa. jalannya remang-remang, kanan kiri banyak pepohonan. sesekali Moi begidik ngeri. setelah lama terdiam, ia akhirnya memberanikan diri bertanya, "kita dimana sih Ki?". "gue juga gak tau.." jawab Yuki singkat sambil terus memandang kedepan. "maksud lo gak tau apa??! lo ngapain bawa gue kesini hah??!" moi panik. "lo diem dulu.. gue juga lagi mikir nih!". "sarap! lo dari tadi dah aneh..masuk jalan tol tiba-tiba, ngebut banget pula, trus sekarang lo bawa gue kesini, lo mo nyulik gue ??! ". mobil tiba-tiba berhenti, "kasih waktu gue buat mikir, nanti lo akan tau kenapa kita kesini dan gue gak ada niat nyulik lo..gak minat!", jawab yuki sambil menatap Moi tajam. Yuki lalu melanjutkan menjalankan mobilnya. Moi langsung diam, tapi dari dalam hati ia tau, pasti ada sesuatu yang tidak beres sejak mereka memasuki tol tadi.

Moi mengeluarkan Hp nya. "lo mo ngapain?" ,tanya Yuki. "sms nyokap gue, gak boleh?!" jawabnya ketus. "boleh, tapi tolong bilang aja lo nginep tempat Ria..sama gue." , "hah??! kok gitu.. emang kita mo beneran nginep?? ngapain sih? gue gak bawa baju.. lagian mana boleh?", "kalo gitu biar gue yang telpon rumah lo deh.. sini hp lo". Yuki akhirnya menelpon rumah moi dengan alasan kebohongan yang sempurna. benar-benar mencurigakan.

akhirnya Yuki menghentikan mobil di sebuah rumah kecil dan sederhana. suasana lingkungan tampak sepi, mungkin karena sudah malam-pukul 23.00.
Yuki tampak lebih tenang, ia menghela nafas panjang sebelum akhirnya melepas seatbelt nya. sementara Moi, dengan ekspresi bete masih mengenakan seatbeltnya. Moi ngantuk, bingung, laper, capek dan yang lebih kesalnya dia nggak tau alasan yang jelas kenapa mereka bisa sampai disini. seharusnya dia sudah bisa istirahat dan tidur dengan tenang di rumah sejak 3 jam yang lalu.

Yuki mengambil botol minuman dari belakang kursi, kemudian menawarkan ke Moi. "mau?", "gak!" jawab Moi ketus. yuki kemudian mengeluarkan roti sobek yang ada di kursi tengah kemudian menawarkan ke Moi (lagi), "mau gak??", "gak!" jawab Moi lagi dengan nada yang lebih ketus. Yuki malah dengan santainya memakan roti itu, innocent! hhhh...padahal perut Moi sudah keroncongan dari tadi. "tadi kerjaan lo gmn?" tanya Yuki, "baik", "wah bagus lah kalo gitu.." , "semua baik-baik aja sampai akhirnya lo jemput gue n sekarang gue disini!" jawab Moi sewot. tapi yuki malah tertawa.. Gila, orang lagi sewot n bete malah diketawain.

"oke..oke.. lo ngambek ya? hahaha... ya udah sekarang lo mau tanya apa?"kata Yuki sambilmengaadap ke arah moi. Moi melengos kesal. ini orang dah nyulik orang sembarangan kok malah tenang banget gini sih. "lo ada apa sih? kenapa kita disini?!" ,"hmmm...." , "hah??! lo sekarang cuma jawab hmmm..?? sakiit lo yaaa!!" Moi gregetan, hampir setengah histeris, untung mereka masih didalam mobil. Moi terdiam kesal, masa bodo lah Yuki mo jawab ato nggak, yang penting dia besok harus tetap ngantor kaya biasanya.

"kita lagi sembunyi, ngumpet" jawab yuki tiba-tiba. "ngumpet?? ngumpet dari apa??.." tapi tiba-tiba Moi seakan-akan mengetahui jawabannya "ooohhh.....okay... sekarang kenapa lagi?".
yuki menoleh ke Moi dan tersenyum, "maaf ya, lo kebawa lagi..", Moi mendadak lemas di kursinya, "yaaahhh..nasiibbb.. tapi, besok gue masih bisa idup kan?" tanya Moi sambil menatap Yuki, "pasti, gue akan bertanggung jawab kok Moi, lo gak akan kenapa-napa, percaya sama gue ya" ucap yuki sambil mengelus kepala Moi. Moi hanya menghela nafas panjang.
terjadi lagi, untuk kesekian kalinya ia terbawa 'resiko' pekerjaan yuki.
Moi mulai bisa sedikit tenang, dia mengambil minuman dan sisa roti sobek disampingnya. "kali ini kasus apa lagi?" tanya Moi sambil mengunyah rotinya. "korupsi.. biasalah..ada yang ngincer gue kayanya.." jawab Yuki sambil memencet-mencet handphone nya, menelpon seseorang. Yuki kemudian 'melompat' ke kursi belakang, mengambil sesuatu dari bawah kursi tengah, sebuah kotak hijau. Moi meihatnya, senjata. "buat apa Ki?" tanyanya sedikit resah. "gak apa, buat jaga-jaga aja..suatu saat elo akan gue ajarin makenya" kata Yuki sambil mengecek senjata ditangannya.

Hp di desk mobil berbunyi, Yuki meraih Hp nya dan menjawabnya. tiba-tiba dari belakang mobil muncul 2 mobil. yuki memasukkan senjatanya ke dalam saku jaketnya. sementara Moi dimintanya untuk diam dimobil dan tenang. seandainya yuki tahu, Moi sudah lebih panik dari sebelumnya..

--bersambung--